MENTARI. bak lampu pijar yang mampu menerangi setiap hati yang lara dan dengan keikhlasan memberi energi pada insan di dunia.
BULAN. dengan kerlingan nakalnya yang mampu memunculkan binar nakal pada setiap penikmatnya pun tetap dengan sabar menemani jiwa yang terjaga di heningnya malam.
sementara AKU, tak ayalnya manusia keji yang dengan penuh serakah mengharap dapat mengganti posisi bulan dan mentari.
Showing posts with label c`est moi. Show all posts
Showing posts with label c`est moi. Show all posts
Saturday, January 21, 2012
Dream, Pray, and Believe
pemimpi. kata kata itu yang banyak orang orang tujukan ke aku. sebenarnya ga ada yang salah dengan kata kata pemimpi.. hanya saja terkadang orang meremehkan kebiasaan bermimpi -menurutku-. aku terbiasa mendengar kalimat kalimat seperti "ira, lo itu terlalu banyak mengkhayal" atau "hahaha. impossible" dan itu udah seperti makanan sehari-hari. mulai dari keluarga, teman, orang sekitar, mereka terlalu meremehkan pekerjaanku berdiam diri dan menjelajahi dunia.
menurutku semua itu berawal dari mimpi. bahkan keberadaan kita di dunia berawal dari mimpi. mimpi orangtua kita tentunya. mereka bermimpi memiliki anak dan Tuhan memberikannya. yah, walaupun terkadang anak itu tumbuh menjadi anak pembangkang -haha-.
kembali ke judul tulisan ini "Dream, Pray and Believe" -Bermimpi, Berdoa dan Percaya- tentu saja mimpi itu akan mejadi semu karna tidak dibarengi dengan usaha dan tentu saja doa. seperti orangtua kita tadi, mereka awalnya bermimpi untuk memiliki anak, lalu mereka memohon dan berdoa, meminta pada Tuhan, lalu mereka percaya Tuhan akan memberikan kita sebagai hadiah terindah dari mimpi mereka.
jadi jelas, tidak ada yang salah menjadi seorang pemimpi. dan kali ini, aku akan bercerita tentang kegemaranku bermimpi yang akhirnya berbuah hadiah terindah. persis seperti mimpi, harapan dan kepercayaan setiap orangtua.
Semua dimulai saat aku berumur 9 tahun dan duduk dibangku kelas 4 SD. saat itu aku yang hobi membaca dihadiahi sebuah diary bergambar winnie the pooh kesukaanku oleh seorang yang namanya tidak boleh disebut -haha- saat itu aku yang kurang paham kegunaan diary bertanya tanya sampai akhirnya mereka menyarankan untuk menggunakannya sebagai tempat untuk menulis cerita tentang apa yang kualami setiap hari. dan mulai saat itu, aku yang masih anak anak dengan kepo dan maruknya rajin berceloteh dengan kata dalam diary tersebut. sampai diary itu habis dan aku membeli diary lain. dan FYI, sampai saat ini aku masih menulis diary. dan setelah aku duduk di bangku kelas 2 SMP, aku yang masih tetap hobi baca beralih dari buku buku Enid Blyton ke novel novel Teenlit khas remaja dan mulai dari itulah semuanya dimulai.
novel novel roman remaja benar benar membuat fantasiku berkembang sangat liar. dari awalnya yang aku hanya menjadi pembaca, lalu selanjutnya aku berubah mengkhayalkan bagaimana rasanya menjadi si pemeran utama dalam novel novel tersebut. dan tentu saja itu kerap memancing emosi yang berlebihan. terkadang aku menangis karna terlalu membawa perasaan saat membaca novel. dan akhirnya aku menjadi seorang pemipi. disaat aku kehabisan novel untuk dibaca, saat itu juga aku mulai membayangkan beberapa rentetan cerita beruntun dalam kepalaku. dan semua terus berulang.
saat kelas 1 SMA aku mulai mencoba untuk menulis. aku mulai dengan membuat beberapa puisi sampai akhirnya aku jatuh cinta pada dunia puisi. kata kata indah yang mendayu dayu itu benar benar memberikan sesuatu yang tidak dapat diekspresikan secara real yang aku sebut kepuasaan seni. entahlah, tapi yang jelas aku senang membaca puisi dan terkadang membuatnya. hanya saja terkadang aku seperti kehabisan ide untuk membuat puisi. dan itu mungkin karna aku sudah lebih dewasa dan jauh dari masa labil. yah, walaupun aku akui terkadang kelabilan itu kerap muncul, tapi tetap aku yang mahasiswa ini sudah mulai jauh dari dunia kepuisian.
saat kelas 1 SMA juga aku menulis tentang roman percintaan dan masih menggunakan buku tulis. aku senang menulis. bukan hanya menulis tapi "menulis". benar benar menulis dengan tangan. aku senang melihat tulisan tanganku sendiri. dan akhirnya, buku tulis isi 100 dan 60 berhasil merangkum isi cerita labilku. aku menceritakan itu pada teman temanku, dan mereka dengan senang hati membacanya. awalnya aku merasa itu hanya seperti impian atau rentetan cerita dimana aku -sebagai penulis- ingin menjadi si tokoh utama. dan itu membuatku sedikit keki untuk membiarkan temanku membacanya. namun karna mereka terus mendesak dan meyakinkanku bahwa seaneh apapun itu mereka tidak akan tertawa, barulah aku membiarkan mereka bergantian membacanya.
dan saat seorang dari mereka selesai, aku sangat terkejut dengan responnya "vira... itu keren kali -banget- cuma emang penulisannya masih perlu di perbaiki" ucapnya disusul dengan tatapan berbinar. entah karna dia sedang kelilipan atau dia memang senang dengan karyaku. dan aku hanya bisa tersenyum sambil menahan rona merah yang tidak terlihat di wajah kusamku. dan yang sangat tidak disayangkan, mereka semua menyukainya. dan tentu saja itu membuatku sumringah dan semakin membiarkan diriku tetap bermimpi. dan sejak saat itu, aku menulis untuk kebutuhan.
diakhir 2009, aku mulai mengenal sosok fenomenal bernama -ehm- Justin Drew Bieber. seorang cowok asal Kanada yang berhasil meraih mimpinya. oke cukup, karna pasti akan memakan beribu kata untuk mendeskripsikan Justin -idolaku-. dan ya, aku adalah Beliebers. dan di tahun 2010 aku mulai membuat sebuah account fanbase dengan nama @belieberbeebs. dan karna pada saat itu account lain berlomba membuat BLS atau yang biasa dikenal dengan Bieber Love Story, saat itu juga aku mulai memantapkan diri untuk ikut meramaikan dunia fan fiction di jejaring sosial twitter itu. dan muncullah karakter Darell Gwendoline (http://reveurnoter.blogspot.com/2011/03/darell-story-part-i.html)
dan respon yang muncul benar benar diluar dugaan. yah, secara endingnya juga failed abis -hahaha-. dan mulailah bermunculan request untuk cerita baru. dan saat itu aku merasa ini akan jadi sebuah batu loncatan untuk kebiasaanku bermimpi. dan selanjutnya muncullah sebuah cerita -yang alhamdulillah banyak yang suka- dengan judul "Lory Story" (http://reveurnoter.blogspot.com/2011/07/lory-story-when-story-start.html ) aku memang ga berbakat untuk menciptakan sebuah judul, jadi yah muncullah judul yang seadanya. dalam cerita itu aku bercerita tentang seorang gadis dari masa lalu Justin -berhubung fanfiction- yang kembali dengan sejuta memoar indah dari masa kecil mereka. dan berakhir dengan tragisnya.
dan saat itu, saat Lory Story selesai, banyak mention yang menunjukkan komentar komentar mengharukan tentang ceritaku. beberapa dari mereka mengaku kehabisan tissue, membasahi komputer dan laptop mereka sendiri, galau, dan bermacam macam istilah lain yang mereka lontarkan.
bahkan ada satu yang benar benar aku ingat. itu adalah seorang cewek -yang namanya dirahasiakan- yang mengirimiku sebuah foto via bbm. difoto itu menampilkan seorang cewek yang lagi nangis. dan guess what? nangis gara gara baca ending Lory Story. ga sedikitpun aku ketawa atau menertawakannya. yang ada aku malah kaget sekaligus terharu. dan sejak saat itu aku ketagihan dan semakin ketagihan nulis.
nulis memberikanku banyak pengalaman. bukan cuma pengalaman, tapi juga pengetahuan dan teman. buktinya saat itu accountku itu mencapai 5ribuan followers -sayangnya kena hack- aku mulai berkenalan dengan mereka dan berteman. dan ya, aku senang melakukannya. aku senang menulis, menuangkannya dalam kata kata, mempublikasikannya dan bertinteraksi dengan mereka yang membaca tulisanku.
namun semakin kesini, aku mulai jenuh menulis fanfcition. dimana imajinasiku terbatas untuk tertuang. bagaimana mungkin aku menulis tentang Justin Bieber menikahi fans, atau fans menjadi pacarnya Justin Bieber? hal itu yang aku sebut terlalu sulit tercapai. dan satu yang jadi pedomanku adalah fiksi harus tetap masuk akal. dan pernikahan antara idola dan fans benar benar sangat jauh dari bayanganku -hahaha-. jadi aku mulai banting stir menjadi penulis fiksi normal. dan semua berawal dengan satu cerita berjudul Another Story, cerita yang lagi lagi tragis. entah kenapa aku memang seperti penulis spesialisasi sad story. dalam cerita ini aku memakai latar kota metropolitan atau bahkan megapolitan Los Angeles. aku benar benar terobsesi dengan kota gemerlap itu sedari dulu. kota itu seperti punya keramaian sendiri yang tidak akan di dapat dimanapun. dan komentar pun berdatangan tentang cerita tersebut. diantaranya adalah dari:
@nabilAsti "#anotherstory story ke 2 setelah #LoryStory yg sukses bikin ku nangis sendirian di kamar sampe di ketawain adekku u.u"
@farhaAnnisa "#anotherstory beda dari story yang lainnya. lebih banyak cerita tentang kisah kakak-adik. emosional banget. really awesome!!"
atau mungkin komentar dari @sherinkhalista "#anotherstory berasa jadi rey waktu baca ceritanya u,u ada adit, randy, randa. Huhu u,u" dan @mayangaenio "#anotherstory serasa masuk kedalem cerita,walaupun masalahnya agak berat tapi ini ceritanya buat remaja banget,love bgt!!! <3" karna memang itulah yang aku harapkan. pembacaku bisa terbawa dalam cerita persis seperti yang aku alami selama ini. dan tidak jarang dari mereka melontarkan pertanyaan yang menggelitik seperti "kakak pernah ke LA ya?" atau "kakak sering ke luar ya?" dan tentu saja itu membuatku merasa menjadi pemimpi tidaklah sia sia. karna saat aku bermimpi dan mengkhayal suatu saat aku akan ada disana, saat itu lah search engine dan tumblr menjadi sahabat terbaikku. dan beberapa pertanyaan yang sering terlontar adalah "kak, bukuin dooooong..."impian untuk menjadi penulis sudah sejak awal ada. bahkan sejak aku duduk di kelas 6 SD saat aku tergila gila dengan sapta siaga karakter yang diciptakan Enid Blyton. aku berharap suatu saat aku akan menjadi penulis sehebat beliau dan keinginan itu bertambah saat aku membaca novel Teenlit berjudul Dealova karya Dian Nuranindya yang berhasil membuatku berurai airmata dan akhirnya dibuat versi movie. dan semakin mmebuncah dengan adanya Harry Potter. aku yang kurang percaya diri ini hanya bisa menimbang nimbang sambil terus bermimpi dan berdoa suatu saat hobiku ini bisa menjadi satu jalan untuk sesuatu yang lebih baik kedepannya.
dan cerita ceritaku terus berkembang dari mulut kemulut. ketidak sukaan orang sekitarku sekarang berubah menjadi sebuah binar binar dimata mereka saat aku menceritakan cukup banyak orang yang menyukai ceritaku. dan tidak ada lagi kata kata "jangan mimpi" atau "ngayaaaal aja" semua itu seperti hilang terbawa hiruk pikuk orang orang terbaik yang selalu mendukungku -sekarang-. dan orangtuaku juga menjadi bangga menyadari hal tersebut. sampai akhirnya aku tahu, menjadi pemimpi -tentunya dibarengi dengan usaha dan doa- adalah sebuah awal untuk sesuatu yang baik. karna pada saat itu sebuah tawaran datang untuk menerbitkan ceritaku dalam bentuk e-book....
“Believe in your dreams and they may come true. believe in yourself and they will come true”
Sunday, August 28, 2011
l'amitié (friendship)
buat aku..., friend is someone who knows the song in my heart and can sing it back when i have forgotten the words. sahabat buat aku adalah sesuatu banget. haha. terkesan omongan anak jaman gitu. tapi believe it or not aku udah biasa sama bahasa "sesuatu banget". oke, balik ke pokok permasalahan. SAHABAT. satu kata yang berarti seribu buat aku. kebayang ga sih gimana hampanya hidup kalo kita ga punya orang-orang, -atau mungkin kalu lo kurang beruntung mungkin bisa jadi seseorang- yang bisa jadi tempat sampah kita ?
tempat sampah disini bukan maksudnya tempat lo buat kertas kertas coretan tugas lo yang salah, atau tempat lo buang tisu atau bahkan tempat lo ngumpulin upil lo (oke ini berlebihan). maksud aku itu, sahabat atau biasa dibilang sohib atau kedan atau apalah itu bener bener berarti buat aku.
you know what ? life would be boring without me. tunggu... without me ? yeah sure. without me. setidaknya sahabat lo bakal ngatain itu ke lo kalo lo itu beneran sahabat dia. lagi lagi, percaya atau engga. tanpa sahabat, aku atau mungkin juga lo lo lo semua itu gabakal bisa bertahan di dunia yang super insane ini. sahabat itu resep terpenting dalam hidup aku.
aku merasa benar benar beruntung bisa punya sahabat sahabat yang benar benar ngertiin aku. sejauh ini aku bener bener ngerasa nyaman senyaman nyamannya aku dikamar sendiri kalo sama mereka. oke, tanpa perlu berleha-leha, aku bakal mentionin mereka satu satu. mungkin ini terkesan ga perlu buat lo. tapi ini perlu buat aku. gila apa ya...
aku mau seluruh followers di blog tau aku punya sahabat oke punya. hehe (walaupun followers blog sejauh ini baru 26)
oke oke... mereka itu bukan tipe anak gaul jaman sekarang yang hobi keluar masuk mall, nongkrong di foodcourt, spend time di salon, atau apalah itu. same like me sih. tapi beberapa orang masih aja anggap aku anak "jaman" ga ngerti deh jaman mana. haha
sebenernya aku itu temenan berenam. kita kita itu terdiri dari aku sendiri, terus ada yang namanya ayuk, uyak, dina, fera, sama maya. nah, di foto awal itu minus maya.
oke, pertama aku bakal cerita soal ayuk alias Dwi Ayu Mentari alias si aye.
aku kenal ayuk udah dari SMP dan semakin deket pas SMA. dari semuanya jujur aku paling deket itu sama dia. kisah hidup aku sama dia itu nyaris sama. hehehe.
ayuk itu anaknya suer cerewet abis. tapi nyenengin. suka ribet sendiri. tapi lucu. kita berdua punya hobi yang sama. sama sama gila novel, plus gila Justin Bieber. awalnya sih cuma aku doang yang ngefans ama Justin. eh, ujungnya dia terkontaminasi juga.
nah, itu dia perkenalan temen temen aku. aku sih nyebut kami itu "bees" kenapa "bees" ? tentu bukan karna unyu atau alasan aneh lainnya. itu karna kita itu tepatnya kaya lebah. saling tolong mennolong tapi, tetep ributnya ga keruan. haha kurang lebih gitu sih. aku bener bener bersyukur deh aku kenal mereka di masa SMA yang singkat ini. dan alhamdulillah semuanya berlanjut sampe sekarang. terlalu banyak kenangan yang ada. mulai dari nonton konser outdoor pertama di lapangan, nonton pensi sampe tengah malam, pyjamas party sambil makan somboy plus nonton paranormal activity, ngepos di pos satpam pulang sekolah, dan banyak hal hal yang ga penting lainnya. intinya, aku bersyukur bisa kenal sama mereka. aku harap ini akan berlangsung selamanya...
tempat sampah disini bukan maksudnya tempat lo buat kertas kertas coretan tugas lo yang salah, atau tempat lo buang tisu atau bahkan tempat lo ngumpulin upil lo (oke ini berlebihan). maksud aku itu, sahabat atau biasa dibilang sohib atau kedan atau apalah itu bener bener berarti buat aku.
you know what ? life would be boring without me. tunggu... without me ? yeah sure. without me. setidaknya sahabat lo bakal ngatain itu ke lo kalo lo itu beneran sahabat dia. lagi lagi, percaya atau engga. tanpa sahabat, aku atau mungkin juga lo lo lo semua itu gabakal bisa bertahan di dunia yang super insane ini. sahabat itu resep terpenting dalam hidup aku.
aku merasa benar benar beruntung bisa punya sahabat sahabat yang benar benar ngertiin aku. sejauh ini aku bener bener ngerasa nyaman senyaman nyamannya aku dikamar sendiri kalo sama mereka. oke, tanpa perlu berleha-leha, aku bakal mentionin mereka satu satu. mungkin ini terkesan ga perlu buat lo. tapi ini perlu buat aku. gila apa ya...
aku mau seluruh followers di blog tau aku punya sahabat oke punya. hehe (walaupun followers blog sejauh ini baru 26)
oke oke... mereka itu bukan tipe anak gaul jaman sekarang yang hobi keluar masuk mall, nongkrong di foodcourt, spend time di salon, atau apalah itu. same like me sih. tapi beberapa orang masih aja anggap aku anak "jaman" ga ngerti deh jaman mana. haha
sebenernya aku itu temenan berenam. kita kita itu terdiri dari aku sendiri, terus ada yang namanya ayuk, uyak, dina, fera, sama maya. nah, di foto awal itu minus maya.
oke, pertama aku bakal cerita soal ayuk alias Dwi Ayu Mentari alias si aye.
aku kenal ayuk udah dari SMP dan semakin deket pas SMA. dari semuanya jujur aku paling deket itu sama dia. kisah hidup aku sama dia itu nyaris sama. hehehe.
ayuk itu anaknya suer cerewet abis. tapi nyenengin. suka ribet sendiri. tapi lucu. kita berdua punya hobi yang sama. sama sama gila novel, plus gila Justin Bieber. awalnya sih cuma aku doang yang ngefans ama Justin. eh, ujungnya dia terkontaminasi juga.
nah, yang kedua itu uyak. alias Surya Indah Mentari alias uyee. hehe banyak bener aliasnya ya ? tapi jujur aku berani sumpah deh dia bukan teroris atau buronan. haha
aku kenal uyak semenjak SMA. awalnya aku kira dia itu pendiem gimana gitu. tapi ternyata sama aja.
dan jujur gaada satupun dari kami yang pendiem. kami itu lebih mematikan dari yang terlihat. dan uyak juga satu dari kami. so, kalau kalian ngira dia pendiem dan manis juga itu salah. kami itu bisa ngerusak kalo udah rame rame. hahaha betek.
yang ketiga adalah fera alias Fera Ferdian alias Mano. sama kaya sebelum sebelumnya, dia juga bukan teroris. gaada pantes pantesnya jadi teroris.
nah kalo fera ini aku kenalnya lama juga. dia itu yang paling polos dari kami semua. polos beneeeer. ibaratnya itu gaenak kalo ngumpul gaada mano. gaada yang bisa di polos-polosin. hahaha.
kalo aku sama fera sih sama sama orang padang. berapa kali janjian mau pulang bareng, tapi tetep men ga kesampean. soon ya mano xxx
nah kalo ini namanya dina alias Dina Tiara Belinda alias dinut. masih sama dia bukan teroris. tapi lebih berbahaya dari teroris. haha
aku kenal ini anak dari SMP. berlanjut ke SMA. parahnya, pas SMP dia ga kenal aku. berasa secret admirer gitu gak sih akunya. haha.
dina sama juga sih sama aku sama ayuk. kita suka baca novel gitu. bedanya, dina anti banget ama yang namanya Justin Bieber. hanya saja (cie bahasa gue kabawa bawa) dia belakangan berhasil dicekoki beberapa lagu justin. hahahaha *evillaugh
dina ini anaknya abis banget ngakak kalo sama dia. ga ngerti. yang jelas dia itu temen berantem papa kalo jumpa. cadas
nah itu yang pake jilbab namanya maya alias Maya Syafitri alias mae. bukan buronan juga.
nah, maya itu yang paling waras dari kami semua. gimana engga. saat kami semua heboh grasaku grusuk berusaha cari contekan waktu ujian fisika, oke diulang FISIKA, dialah yang paling santai ngerjain soal sambil goyang goyangin kaki. kebayang ga sih. FISIKA.
dan akhirnya dia sekarang itu kuliah di jurusan fisika. jadi intinya, mae lah yang paling waras diantara kami.
tapi bukan berarti mae anaknya gaasik diajak temenan. sumpah juga dia bukan tipe anak nerd yang pake kacamata dan cupu ga ketulungan. jadi, kita tetep membunuh kalo barengan.
nah, itu dia perkenalan temen temen aku. aku sih nyebut kami itu "bees" kenapa "bees" ? tentu bukan karna unyu atau alasan aneh lainnya. itu karna kita itu tepatnya kaya lebah. saling tolong mennolong tapi, tetep ributnya ga keruan. haha kurang lebih gitu sih. aku bener bener bersyukur deh aku kenal mereka di masa SMA yang singkat ini. dan alhamdulillah semuanya berlanjut sampe sekarang. terlalu banyak kenangan yang ada. mulai dari nonton konser outdoor pertama di lapangan, nonton pensi sampe tengah malam, pyjamas party sambil makan somboy plus nonton paranormal activity, ngepos di pos satpam pulang sekolah, dan banyak hal hal yang ga penting lainnya. intinya, aku bersyukur bisa kenal sama mereka. aku harap ini akan berlangsung selamanya...dan walaupun waktu untuk ketemu itu benar benar berkurang sekarang, aku sadar ada kekuatan yang memancar di balik kita :D
--- i love you guys xoxo
"Don't walk behind me; I may not lead. Don't walk in front of me; I may not follow. Just walk beside me and be my friend"
i dedicated this for my bees : ayuk, uyak, dina, fera, mae. thanks for everything. love you guys <3
Subscribe to:
Posts (Atom)









