Pages

Wednesday, March 14, 2012

born to be somebody


there's a dream in my soul,
a fire that's deep inside me.
there's a me no one knows,
waiting to be set free.

i'm gonna see that day,
i can feel it, 
i can taste it,
change is coming my way.

i was born to be somebody,
ain't nothing that's ever gonna stop me.
i'll light up the sky like lightning,
i'm gonna rise above,
show 'em what i'm made of.
i was born to be somebody,
i was born to be,
and this world will belong to me.

ini adalah penggalan lagu Born to be somebody-nya Justin Bieber. pertama kali denger lagu ini, asli perasaan langsung campur aduk. waktu pertama dengernya, itu adalah masa masa kejenuhan aku sama keputusan sepihak yang aku dapetin. aku denger ini saat aku bener bener hopeless dan ngerasa mimpi aku itu gaakan bisa terwujud.

sedikit flashback, menjadi mahasiswi di jurusan pendidikan bahasa inggris bukanlah hal yang benar benar aku inginkan. impian terbesarku dalam hal ini adalah menjadi mahasiswa jurusan Hubungan Internasional ataupun komunikasi. tapi lagi lagi doa orangtua dan takdir tetap menentukan segalanya. SNMPTN dan bahkan SLMPTN (seleksi lokal) keduanya meluluskanku di universitas yang sama. Universitas Negeri Medan dengan jurusan yang berbeda. hasil itulah yang membuatku pernah berada di titik terendah dan menjadi begitu hopeless. bayangan betapa keren kece dan asiknya menjadi mahasiswa HI hilang seketika. bahkan saat orangtuaku tidak mengizinkanku mencoba tes untuk kuliah di luar kota dengan alasan yang terkadang sulit untuk kuterima.

dan saat aku marah akan semua, saat itulah aku kembali pada kebiasaan lama. menjadi anak yang sedikit membangkang, malas ke kampus, dan lain lain. dan saat itu pula aku menghabiskan banyak waktu dengan menulis. menulis yang merupakan hobi lama yang hampir aku tinggalkan.

di pertengahan tahun 2010, saat abg abg lagi crazy over Justin Bieber dan terkena Bieber Fever, aku mulai anteng dengan sosok fenomenal itu. kenapa? karna aku udah suka sama Justin di akhir 2009. dan di saat maraknya twitter jugalah aku tau istilah fanbase. berakar dari kecintaanku pada Justinlah, akhirnya aku memutuskan membuat sebuah akun fanbase dengan nama @belieberbeebs yang akhirnya nyaris memperoleh angka 5ribu followers di tahun itu juga.  dan sangat disayangkan, seseorang usil yang tidak bertanggung jawab mendeactive akun itu. 

di akun itu jugalah mimpi aku dimulai. 
#darellstory adalah cerita pertama yang aku buat. sebuah fan fiction manis yang menceritakan tentang seorang Beliebers yang berkesempatan mengenal idolanya lebih jauh hingga membawa mereka masuk ke duni percintaan ini sedikit mengundang kontroversi di akhir cerita. pembaca benar benar tidak bisa menerima akhir cerita dimana si gadis bernama Darell itu ternyata hanyalah sebuah khayalan. dan karna ternyata, keseluruhan kisah manis itu hanyalah mimpi seorang anak penyuka Justin bernama Ipeh.
lalu, karna banyaknya follwers yang memintaku menulis fan fiction lagi, aku pun memulai sebuah cerita baru lagi dengan judul #lorystory ya, aku memang not good untuk nemuin suatu judul cerita. dan itu salah satu alasan kenapa aku menggunakan nama karakter utamanya sebagai judul. di cerita kali ini, pembaca diajak menjadi jauh lebih sentimentil. aku bisa berbicara seperti ini karna banyak tweet2 pembaca yang mengatakan bahwa tidak jarang mereka menangis saat membacanya. dan mau tidak mau, hal itu benar benar memberi kepuasaan tersendiri buatku. setelah #lorystory yang menyayat hati, aku terus nulis dengan tulisan baru -tetap fan fiction- berjudul #mitchiestory yang lagi lagi menggunakan nama karakter utama sebagai judul. di cerita ini, aku mengambil tema yang sedikit klasik tapi dengan sesuatu yang berbeda -gayanya- yang jelas ini adalah cerita tentang cewek yang datang dari masa lalu Justin dan muncul sebagai pribadi baru karna sesuatu hal. dan yang terakhir, aku membuat cerita dengan judul #laurastory sebuah cerita -fanfiction- tentang gadis rebel. tapi sangat disayangkan, di pertengahan pengerjaan story inilah akun fanbaseku di hack. dan jadilah semua hilang tidak tentu arah.

dan tidak patah arang -bahasanya- aku ngebuat satu fanbase lagi dengan nama yang nyaris mirip yaitu @belieberbeebsz bukan hal yang sulit untuk mendapatkan followers mengingat aku cukup dikenal di kalangan beliebers -tanpa bermaksud sombong-. namun lagi lagi akunku itu terkena imbasan hacker atau mungkin orang yang tidak senang denganku. dan akhirnya aku memutuskan untuk tidak lagi membuat fanbase.

mention mention tetap berdatangan ke akun personalku ( @iravyraa ) rata rata mereka memintaku untuk menulis (lagi). dan berhubung aku ada di akun personal, jadilah aku memutuskan untuk banting stir menulis fiksi story tanpa ada embel embel Justin Bieber di dalamnya. alasan awalnya adalah aku tidak mau disangka labil. karna mengingat umur yang nyaris 20, tidak jarang orang mengolok-olokku karna adore Justin Bieber so bad. padahal menurutku tidak pernah ada yang salah. selama kita masih bisa mengambil sesuatu yang positif dari sang idola, tidak akan ada yang melenceng.

oke, balik ke awal. jadi di akun personalku, aku memulai sebuah cerita baru berjudul #AnotherStory. sebuah cerita yang mau tidak mau mengubah sedikit hidupku. karna menulis cerita ini, aku menyadari banyak hal. dalam pengerjaan cerita ini juga aku sadar bahwa impian masa kecilku untuk menjadi seorang penulis itu semakin dekat. beberapa akun self publishing menawarkan penerbitan, lalu beberapa pembacaku meminta agar karyaku di terbitkan. dan itu membuatku yakin, kalau aku tidak useless di dunia ini. 

di cerita #AnotherStory ini aku bercerita tentang seorang gadis bernama Rey yang memiliki kakak kembar dan orangtua yang merahasiakan rahasia besar darinya. sebuah cerita yang menguras perasaan -menurut pembaca- yang berakhir sedih. dan sejak saat itu juga aku mendapat julukan writer spesialisasi sad story. bukan hal yang terlalu buruk, yang terpenting aku -alhamdulillah- berhasil membawa setiap pembacaku masuk kedalam ceritaku sampai menangis. dan hal itu bisa dilihat dari beberapa tweet dibawah:


nabilAsti NabilaAsti 
#anotherstory story ke 2 setelah #lorystory yg sukses bikin ku nangis sendirian di kamar sampe di ketawain adekku u.u

vanyaa69 weird dreamer ​ 
#anotherstory nya keren abis!!!! part2 yang terakhir2 itu, hampir semua scene aku nangis bombai. RELLY AMAZING JOB, KAK! :)

FarhaAnnisa Farha Annisa 
#anotherstory beda dari story yang lainnya. lebih banyak cerita tentang kisah kakak-adik. emosional banget. really awesome!!

ditaalmanda Dita Almanda 
#anotherstory itu KEREN! Simple ga ribet tp menyentuh. Kita bisa ngerasain ceritanya & ceritanya menyentuh banget. Thx for make it ka ira!☺

ipeh_14 Latifah 
Baca #anotherstory itu bkin galau,sedih,seneng,melted,nangis sampe sesegukan&masih banyak lagi, pokoknya ceritanya keren banget the best deh

listyeay Listya\m/ 
#anotherstory Bisa bikin nangis di depan komputer._.



tweet tweet diatas adalah beberapa dari tweets yang aku terima. ada rasa terharu, bangga, juga rasa yang gabisa di deskripsiin saat aku minta semua nulisin kesan mereka setelah baca ceritaku. dan sekarang, aku kembali menulis sebuah fanfiction dengan judul #LOVER.
dan fan ficition ini juga yang mengundang decak kekaguman dari pihak yang akan mengangkat ceritaku kedalam e-book seperti yang aku ceritakan di postingan pendekku sebelumnya.

dan intinya, melalui ungkapan perasaan yang ga jelas ini, aku mau nyampein apapun kamu, gimanapun kamu, kita terlahir kedunia ini dengan tujuan. dan tidak ada satu dari kita pun yang tidak berguna di dunia ini. 






Feel it,
Believe it,
Dream it,
Be it!

this dream is too good

Tumblr_m0p0i5vgfk1r8bd6fo1_400_large 

"you know, i feel like i'm in the story"
"wow..."
"kalau gini ceritanya, kamu bisa jadi asisten director, vira"
"kamu tau? saya jadi penuh ide"
"kita harus ngerjain ini secepatnya"

DAMN!! it was reaaaaaal... 
13 Maret 2012 tepat di Royale Condominium, perasaan udah campur aduk banget. semua berawal dari sehari sebelumnya papa ngabarin bahwa orang orang yang kerja sama mau ngebuatin e-book aku minta ketemuan dan mau ngeliat karya-karya aku. pastinya jadi gugup ga nentu karna i feel not comfort when someone that i know read my stories in front of me pula. kebayang ga sih gimana deg-deg-annya nungguin respon orang yang baca. terlebih ini masalah mimpi yang bakal kewujud atau engga. 

jadilah aku yang awalnya bakal nunjukin cerita fiksi aku malah ngeleyeng jadi nunjukin fan-fiction yang lagi aku kerjain. as you know, i adore Justin Bieber so bad. jadilah aku nunjukin fan-fiction dengan judul #LOVER yang lagi aku kerjain di akun twitter aku. sempat ada rasa takut, gugup, was was karna takut mereka malah anggap aku weird dan obsess sama Bieber. but you know what? here it is...




#Lover part 16 ( http://www.twitlonger.com/show/gavp0n ) adalah part yang aku tunjukin sama mereka. gatau kenapa, yang jelas part yang baru beberapa hari aku post ini cukup ngedapetin respon positif dari temen temen yang baca cerita ini. 

"Ryan berjalan kearah Darell yang duduk di sudut Coffee shop kawasan Wilshire Boulevard dengan nampan berisi pesanannya. Secangkir Cappucino hangat untuk Darell dan dark coffee untuk dirinya sendiri. Ryan bisa melihat Darell memainkan jarijarinya di smartphonenya sambil sesekali tersenyum.
“You both really can’t be separate?” Ryan meletakkan minuman mereka diatas meja sambil menghempaskan tubuhnya di sofa empuk di hadapan Darell.
Darell tertawa mengangkat wajahnya “I totally can’t handle this feeling” ucapnya lalu kembali berkutat dengan smartphonenya.
Ryan tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya lemah. Bagaimana tidak, baru beberapa jam yang lalu dia seperti menadapati sosok lain dari Darell. Darell yang terlihat begitu putus asa dan dingin. Amun sekarang, dihadapannya duduk gadis yang sama dengan gadis yang dia temuinya tadi, namun dengan mood yang jauh lebih baik."

i've no idea to tell you all in detail. ini bener bener sesuatu yang sulit diungkapin dengan kata kata. semua kaya mimpi. awalnya, aku udah pernah ketemu sama pihak pihak yang terkait dan selama satu bulan, seperti gaada kejelasan kelanjutannya. tapi kemarin, semuanya bermulai. mereka senang dengan tulisan tulisanku, dan bahkan sudah memikirkan langkah selajutnya dan akan jadi apa kedepannya. semua benar benar ngebuat aku ga bisa berhenti bersyukur.


Sunday, January 22, 2012

God is FAIR

"Tuhan itu ga adil"
"kenapa harus aku? kenapa gak dia?"
"orang bilang Tuhan gaakan memberikan cobaan diluar batas kemampuan umatnya. tapi apa? buktinya sekarang aku kaya gini? mana yang bilang Tuhan itu adil? mana?"
line line hopeless dan gamang itu emang biasa kita dengar dari bibir orang yang sedang ada dalam masalah. bahkan aku pernah melontarkan kalimat kalimat bodoh itu saat aku ada dalam masa masa gamangku. menyadari betapa bodohnya aku mempertanyakan dimana keadilan Tuhan padahal aku jelas tau Tuhan itu Maha Adil. dan dengan entri ini, aku mencoba menceritakan betapa Tuhan itu Maha Adil dari apa yang aku alami.

Aku adalah seorang cewek berusia 19 tahun yang mengecam pendidikan di fakultas yang -awalnya- tidak aku kehendaki. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan. aku -sejujurnya- adalah orang yang mengejek teman temanku saat mereka mengatakan ingin melanjutkan kuliah di Universitas yang terletak sangat jauh dari rumahku itu. bukannya aku meremehkan Universitas itu dan profesi guru. hanya saja aku tidak pernah terfikirkan untuk menjadi guru. tanpa bermaksud meninggi, berbicara dihadapan orang orang bukan hal yang sulit buatku. namun mengontrol beberapa orang adalah hal yang sulit buatku. dan hal lain yang membuatku enggan untuk berkuliah disana adalah jarak dan beberapa pandangan orang tentang sedikit keponya fakultas tersebut.
dan takdir memang tidak pernah disalahkan. SNMPTN, aku yang mencoba komunikasi USU, sastra Inggris Unimed dan HI Unand berhasil lulus di sastra inggris Unimed. tidak ada bayangan sama sekali bahwa aku akan lulus disana. di tempat yang aku pilih karna dorongan -dan sedikit paksaan- orangtuaku. dan dilain sisi, karna dorongan -dan lagi lagi paksaan- aku yang mencoba seleksi lokal unimed juga berhasil lulus di pendidikan bahasa inggris unimed yang jadi pilihan pertamaku. dan mau tidak mau aku mengikuti semuanya.
bahasa bukanlah yang aku benci, apalagi bahasa inggris. jurusan yang kuinginkan adalah Hubungan Internasional yang tentunya berkaitan dengan bahasa juga. namun yang membuatku menutup diri adalah lingkungan dan tempat yang tidak aku inginkan.
di awal aku berusaha untuk tidak begitu mengacuhkan semua, saat penerimaan mahasiswa baru di hari kedua aku memilih untuk tidak mengikutinya. dan berusaha untuk tidak begitu acuh dengan mata kuliah sebagai wujud berontakku. namun akhirnya, 3.29 dan 3.6 menjadi IP pertama dan keduaku. sungguh IP yang jauh dari bayangan. bahkan memimpikannya pun aku enggan. tapi memang itu yang terjadi. namun aku bukannya bersyukur atas apa yang kuperoleh, hal itu semakin membuatku jengah dan semakin ingin berontak. aku meminta untuk mengikuti SNMPTN tahun berikutnya dan bersikeras kuliah di luar Medan. beribu alasan sudah kuutarakan, tapi orangtuaku tetap bersikeras bahwa unimed sudah lebih dari cukup. dan mulai saat itu aku semakin malas ke kampus dan mengikuti mata kuliah. lagi lagi untuk menunjukkan bahwa aku benar benar tidak ingin ada disana. masih dengan kekeras kepalaanku, aku lagi lagi bertanya pada mereka -orangtuaku- kenapa aku tidak diperbolehkan menuruti apa yang aku ingini? dan dengan satu pertanyaan itulah muncul berjuta alasan klise khas orangtua. bukannya aku membenci mereka, justru aku menyayangi mereka hanya saja aku merasa ini tidak adil. dan mulai saat itu aku bertanya tanya mengapa Tuhan tidak mengambil alih dalam hal ini. padahal jelas jelas aku sangat tidak menginginkan hal itu.


di lain sisi, aku adalah seorang cewek dengan beberapa hal yang bisa kukerjakan dengan cukup baik. dan tidak jarang hal hal itu membuat orangtuaku bangga. hanya saja terkadang aku terlalu menyesali keadaanku. dengan fisik yang tidak begitu cantik, dan semua kekeurangan kecil lainnya yang kalau difikir fikir sangat tidak masuk akal untuk ku keluh kesahkan.

"kenapa aku gabisa kaya dia ya..." kalimat bodoh itu sering menggantung dikepalaku sampai akhirnya membuatku melupakan apa yang telah Tuhan berikan padaku.
aku -ditengah hiruk pikuk dan pergaulan kota besar- memang menyenangi kebiasaan melayap, atau bahasa kerennya hang out. namun terkadang kembali lagi ke orangtua. aku terlalu dilarang. oke tidak. tepatnya terkadang mereka melarangku. mereka memang tidak pernah melarangku menonton konser. tapi mereka terkadang melarangku untuk kelayapan di malam hari.dan hal halo bodoh lainnya yang belakangan aku tahu mereka benar.

dan sekarang, semakin kesini aku sadar bahwa Tuhan itu Maha Adil. aku tau dengan Dia membiarkanku tetap di Unimed, Dia melindungiku dari kemungkinan terburuk seperti homesick, atau kejahatan kejahatan lain di kota metropolitan sekelas jakarta. atau mungkin kebodohanku yang akan menyebabkanku masuk ke kehidupan dijalan yang salah disana. karna jujur, akku adalah tipe orang yang mudah terbawa. dan sekarang aku merubah jalan fikiranku. seiring dengan kelapangan yang berusaha ku bangun belakangan ini aku sadar. mungkin Tuhan memang punya rencana indah dengan aku yang mengecam pendidikan di Unimed. sama seperti yang Dia buat terakhir ini. dan soal sisi lain itu, aku sadar setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing. dan aku belakangan tau, orang yang aku kagumi dan yang aku ingini menjadi sepertinya pun memiliki masalah yang mungkin akan membuatnya berfikir Tuhan tidak adil.
dan intinya, sekarang aku tau Tuhan itu adil. di setiap masalah dan keraguan yang kita alami, sesungguhnya Tuhan benar benar punya rencana atas itu.

Singleness, childlessness, death, and divorce frustrate ideals and postpone the fulfillment of promised blessings…But these frustrations are only temporary. The Lord has promised that in the eternities no blessing will be denied his sons and daughters who keep the commandments…and desire what is right” (Elder Dallin H. Oaks, Ensign, Nov. 1993, 75).


*maaf kalau aku gabisa menyampaikan maksudku dengan lancar :D maklum, newcomer

Saturday, January 21, 2012

indahnya syukur

MENTARI. bak lampu pijar yang mampu menerangi setiap hati yang lara dan dengan keikhlasan memberi energi pada insan di dunia.

BULAN. dengan kerlingan nakalnya yang mampu memunculkan binar nakal pada setiap penikmatnya pun tetap dengan sabar menemani jiwa yang terjaga di heningnya malam.

sementara AKU, tak ayalnya manusia keji yang dengan penuh serakah mengharap dapat mengganti posisi bulan dan mentari.

Dream, Pray, and Believe

pemimpi. kata kata itu yang banyak orang orang tujukan ke aku. sebenarnya ga ada yang salah dengan kata kata pemimpi.. hanya saja terkadang orang meremehkan kebiasaan bermimpi -menurutku-. aku terbiasa mendengar kalimat kalimat seperti "ira, lo itu terlalu banyak mengkhayal" atau "hahaha. impossible" dan itu udah seperti makanan sehari-hari. mulai dari keluarga, teman, orang sekitar, mereka terlalu meremehkan pekerjaanku berdiam diri dan menjelajahi dunia.

menurutku semua itu berawal dari mimpi. bahkan keberadaan kita di dunia berawal dari mimpi. mimpi orangtua kita tentunya. mereka bermimpi memiliki anak dan Tuhan memberikannya. yah, walaupun terkadang anak itu tumbuh menjadi anak pembangkang -haha-. 

kembali ke judul tulisan ini "Dream, Pray and Believe" -Bermimpi, Berdoa dan Percaya- tentu saja mimpi itu akan mejadi semu karna tidak dibarengi dengan usaha dan tentu saja doa. seperti orangtua kita tadi, mereka awalnya bermimpi untuk memiliki anak, lalu mereka memohon dan berdoa, meminta pada Tuhan, lalu mereka percaya Tuhan akan memberikan kita sebagai hadiah terindah dari mimpi mereka.
jadi jelas, tidak ada yang salah menjadi seorang pemimpi. dan kali ini, aku akan bercerita tentang kegemaranku bermimpi yang akhirnya berbuah hadiah terindah. persis seperti mimpi, harapan dan kepercayaan setiap orangtua.

Semua dimulai saat aku berumur 9 tahun dan duduk dibangku kelas 4 SD. saat itu aku yang hobi membaca dihadiahi sebuah diary bergambar winnie the pooh kesukaanku oleh seorang yang namanya tidak boleh disebut -haha- saat itu aku yang kurang paham kegunaan diary bertanya tanya sampai akhirnya mereka menyarankan untuk menggunakannya sebagai tempat untuk menulis cerita tentang apa yang kualami setiap hari. dan mulai saat itu, aku yang masih anak anak dengan kepo dan maruknya rajin berceloteh dengan kata dalam diary tersebut. sampai diary itu habis dan aku membeli diary lain. dan FYI, sampai saat ini aku masih menulis diary. dan setelah aku duduk di bangku kelas 2 SMP, aku yang masih tetap hobi baca beralih dari buku buku Enid Blyton ke novel novel Teenlit khas remaja dan mulai dari itulah semuanya dimulai.

novel novel roman remaja benar benar membuat fantasiku berkembang sangat liar. dari awalnya yang aku hanya menjadi pembaca, lalu selanjutnya aku berubah mengkhayalkan bagaimana rasanya menjadi si pemeran utama dalam novel novel tersebut. dan tentu saja itu kerap memancing emosi yang berlebihan. terkadang aku menangis karna terlalu membawa perasaan saat membaca novel. dan akhirnya aku menjadi seorang pemipi. disaat aku kehabisan novel untuk dibaca, saat itu juga aku mulai membayangkan beberapa rentetan cerita beruntun dalam kepalaku. dan semua terus berulang.

saat kelas 1 SMA aku mulai mencoba untuk menulis. aku mulai dengan membuat beberapa puisi sampai akhirnya aku jatuh cinta pada dunia puisi. kata kata indah yang mendayu dayu itu benar benar memberikan sesuatu yang tidak dapat diekspresikan secara real yang aku sebut kepuasaan seni. entahlah, tapi yang jelas aku senang membaca puisi dan terkadang membuatnya. hanya saja terkadang aku seperti kehabisan ide untuk membuat puisi. dan itu mungkin karna aku sudah lebih dewasa dan jauh dari masa labil. yah, walaupun aku akui terkadang kelabilan itu kerap muncul, tapi tetap aku yang mahasiswa ini sudah mulai jauh dari dunia kepuisian.

saat kelas 1 SMA juga aku menulis tentang roman percintaan dan masih menggunakan buku tulis. aku senang menulis. bukan hanya menulis tapi "menulis". benar benar menulis dengan tangan. aku senang melihat tulisan tanganku sendiri. dan akhirnya, buku tulis isi 100 dan  60 berhasil merangkum isi cerita labilku. aku menceritakan itu pada teman temanku, dan mereka dengan senang hati membacanya. awalnya aku merasa itu hanya seperti impian atau rentetan cerita dimana aku -sebagai penulis- ingin menjadi si tokoh utama. dan itu membuatku sedikit keki untuk membiarkan temanku membacanya. namun karna mereka terus mendesak dan meyakinkanku bahwa seaneh apapun itu mereka tidak akan tertawa, barulah aku membiarkan mereka bergantian membacanya.

dan saat seorang dari mereka selesai, aku sangat terkejut dengan responnya "vira... itu keren kali -banget- cuma emang penulisannya masih perlu di perbaiki" ucapnya disusul dengan tatapan berbinar. entah karna dia sedang kelilipan atau dia memang senang dengan karyaku. dan aku hanya bisa tersenyum sambil menahan rona merah yang tidak terlihat di wajah kusamku. dan yang sangat tidak disayangkan, mereka semua menyukainya. dan tentu saja itu membuatku sumringah dan semakin membiarkan diriku tetap bermimpi. dan sejak saat itu, aku menulis untuk kebutuhan.

diakhir 2009, aku mulai mengenal sosok fenomenal bernama -ehm- Justin Drew Bieber. seorang cowok asal Kanada yang berhasil meraih mimpinya. oke cukup, karna pasti akan memakan beribu kata untuk mendeskripsikan Justin -idolaku-.  dan ya, aku adalah Beliebers. dan di tahun 2010 aku mulai membuat sebuah account fanbase dengan nama @belieberbeebs. dan karna pada saat itu account lain berlomba membuat BLS atau yang biasa dikenal dengan Bieber Love Story, saat itu juga aku mulai memantapkan diri untuk ikut meramaikan dunia fan fiction di jejaring sosial twitter itu. dan muncullah karakter Darell Gwendoline (http://reveurnoter.blogspot.com/2011/03/darell-story-part-i.html)

dan respon yang muncul benar benar diluar dugaan. yah, secara endingnya juga failed abis -hahaha-. dan mulailah bermunculan request untuk cerita baru. dan saat itu aku merasa ini akan jadi sebuah batu loncatan untuk kebiasaanku bermimpi. dan selanjutnya muncullah sebuah cerita -yang alhamdulillah banyak yang suka- dengan judul "Lory Story" (http://reveurnoter.blogspot.com/2011/07/lory-story-when-story-start.html ) aku memang ga berbakat untuk menciptakan sebuah judul, jadi yah muncullah judul yang seadanya. dalam cerita itu aku bercerita tentang seorang gadis dari masa lalu Justin -berhubung fanfiction- yang kembali dengan sejuta memoar indah dari masa kecil mereka. dan berakhir dengan tragisnya.

dan saat itu, saat Lory Story selesai, banyak mention yang menunjukkan komentar komentar mengharukan tentang ceritaku. beberapa dari mereka mengaku kehabisan tissue, membasahi komputer dan laptop mereka sendiri, galau, dan bermacam macam istilah lain yang mereka lontarkan.
bahkan ada satu yang benar benar aku ingat. itu adalah seorang cewek -yang namanya dirahasiakan- yang mengirimiku sebuah foto via bbm. difoto itu menampilkan seorang cewek yang lagi nangis. dan guess what? nangis gara gara baca ending Lory Story. ga sedikitpun aku ketawa atau menertawakannya. yang ada aku malah kaget sekaligus terharu. dan sejak saat itu aku ketagihan dan semakin ketagihan nulis. 

nulis memberikanku banyak pengalaman. bukan cuma pengalaman, tapi juga pengetahuan dan teman. buktinya saat itu accountku itu mencapai 5ribuan followers -sayangnya kena hack- aku mulai berkenalan dengan mereka dan berteman. dan ya, aku senang melakukannya. aku senang menulis, menuangkannya dalam kata kata, mempublikasikannya dan bertinteraksi dengan mereka yang membaca tulisanku.

namun semakin kesini, aku mulai jenuh menulis fanfcition. dimana imajinasiku terbatas untuk tertuang. bagaimana mungkin aku menulis tentang Justin Bieber menikahi fans, atau fans menjadi pacarnya Justin Bieber? hal itu yang aku sebut terlalu sulit tercapai. dan satu yang jadi pedomanku adalah fiksi harus tetap masuk akal. dan pernikahan antara idola dan fans benar benar sangat jauh dari bayanganku -hahaha-. jadi aku mulai banting stir menjadi penulis fiksi normal. dan semua berawal dengan satu cerita berjudul Another Story, cerita yang lagi lagi tragis. entah kenapa aku memang seperti penulis spesialisasi sad story. dalam cerita ini aku memakai latar kota metropolitan atau bahkan megapolitan Los Angeles. aku benar benar terobsesi dengan kota gemerlap itu sedari dulu. kota itu seperti punya keramaian sendiri yang tidak akan di dapat dimanapun. dan komentar pun berdatangan tentang cerita tersebut. diantaranya adalah dari:
@nabilAsti "#anotherstory story ke 2 setelah #LoryStory yg sukses bikin ku nangis sendirian di kamar sampe di ketawain adekku u.u"
@farhaAnnisa "#anotherstory beda dari story yang lainnya. lebih banyak cerita tentang kisah kakak-adik. emosional banget. really awesome!!"
atau mungkin komentar dari @sherinkhalista "#anotherstory berasa jadi rey waktu baca ceritanya u,u ada adit, randy, randa. Huhu u,u" dan @mayangaenio "#anotherstory serasa masuk kedalem cerita,walaupun masalahnya agak berat tapi ini ceritanya buat remaja banget,love bgt!!! <3" karna memang itulah yang aku harapkan. pembacaku bisa terbawa dalam cerita persis seperti yang aku alami selama ini. dan tidak jarang dari mereka melontarkan pertanyaan yang menggelitik seperti "kakak pernah ke LA ya?" atau "kakak sering ke luar ya?" dan tentu saja itu membuatku merasa menjadi pemimpi tidaklah sia sia. karna saat aku bermimpi dan mengkhayal suatu saat aku akan ada disana, saat itu lah search engine dan tumblr menjadi sahabat terbaikku. dan beberapa pertanyaan yang sering terlontar adalah "kak, bukuin dooooong..."

impian untuk menjadi penulis sudah sejak awal ada. bahkan sejak aku duduk di kelas 6 SD saat aku tergila gila dengan sapta siaga karakter yang diciptakan Enid Blyton. aku berharap suatu saat aku akan menjadi penulis sehebat beliau dan keinginan itu bertambah saat aku membaca novel Teenlit berjudul Dealova karya Dian Nuranindya yang berhasil membuatku berurai airmata dan akhirnya dibuat versi movie. dan semakin mmebuncah dengan adanya Harry Potter. aku yang kurang percaya diri ini hanya bisa menimbang nimbang sambil terus bermimpi dan berdoa suatu saat hobiku ini bisa menjadi satu jalan untuk sesuatu yang lebih baik kedepannya.

dan cerita ceritaku terus berkembang dari mulut kemulut. ketidak sukaan orang sekitarku sekarang berubah menjadi sebuah binar binar dimata mereka saat aku menceritakan cukup banyak orang yang menyukai ceritaku. dan tidak ada lagi kata kata "jangan mimpi" atau "ngayaaaal aja" semua itu seperti hilang terbawa hiruk pikuk orang orang terbaik yang selalu mendukungku -sekarang-. dan orangtuaku juga menjadi bangga menyadari hal tersebut. sampai akhirnya aku tahu, menjadi pemimpi -tentunya dibarengi dengan usaha dan doa- adalah sebuah awal untuk sesuatu yang baik. karna pada saat itu sebuah tawaran datang untuk menerbitkan ceritaku dalam bentuk e-book....

“Believe in your dreams and they may come true. believe in yourself and they will come true”